Purwokerto Kota Ke(te)nangan

 

Sumber : Dokumen Pribadi

Akhir tahun rasanya saat yang tepat untuk memberikan reward buat diri sendiri. Berawal dari kegagalan liburan akhir tahun di tahun lalu yaitu tahun 2023 aku bertekad liburan akhir tahun di tahun ini ga boleh sampe gagal. Karna adanya rasa takut gagal di liburan kali ini, semula aku berencana untuk solo travelling dengan rencana tiga pilihan kota yang mau dikunjungi tentunya disesuaikan dengan budget serta tiket kereta. Aku berniat untuk liburan versi low budget dengan mencari tiket kereta termurah haha. Berhubung tiket murah tujuan Solo dan Yogyakarta sudah ludes terjual, maka Purwokerto lah yang menjadi kota tujuanku. 

Kebetulan di sekolah tempatku bekerja aku punya teman yang bisa dibilang dekat yaitu Rheinita dan Azizah ngobrol-ngobrol ternyata mereka mau ikut liburan ke Purwokerto bareng (dalem hati, asiikk ada temen hehe). Tanpa mikir lama, pagi harinya aku langsung booking tiket kereta ke purwokerto melalui aplikasi KAI Access kita menggunakan kereta Serayu dengan tarif Rp. 67.000,- keberangkatan di tanggal 23 Desember 2024 pukul 09.25 WIB dari Stasiun Kereta Pasar Senen.

Sumber: Dokumen pribadi


Pagi hari aku booking kereta tujuan Purwokerto itu, dan berniat booking kereta pulang tujuan Jakarta nanti di siang hari. Tapi tenyata saat cek di aplikasi KAI Access ternyata tiket pulang habis, tanpa pikir panjang langsung buka aplikasi Traveloka dan Alhamdulillah masih tersedia tiket untuk pulang pada tanggal 26 Desember 2024 pukul 16.45 WIB dari stasiun Purwokerto dengan tarif yang sama yaitu Rp. 67.000,- tapi bedanya dengan beli langsung di aplikasi KAI Access tentunya di Traveloka ada biaya tambahannya.

Setelah kita dapat tiket berangkat dan tiket pulang, kita langsung booking penginapan yang kita pilih ga terlalu jauh dari Stasiun Purwokerto dengan jarak sekitar 3 km jauhnya. dengan harga Rp. 404.000,- untuk waktu menginap selama 3 malam. Selanjutnya yang kita lakukan adalah booking sewa motor di rental motor purwokerto (bisa cek instagramnya di @rentalmotor.purwokerto) biaya sewa di hari biasa itu bisa dibilang murah, tapi sayangnya karna kita sewa saat hightseason jadi kita kena harga yang bisa di bilang mahal yaitu Rp. 120.000 perhari per unit dan kita sewa sebanyak 2 unit motor selama 3 hari lamanya. Kalo ditanya "Kenapa sewa motor?" udah tau lah ya jawabannya pasti biar mudah mobilitasnya, terlebih lagi tujuan kita ke wisata baturaden yang mungkin sulit untuk akses pesan ojek online.
Setelah pesan yang menurut kita penting, kita selanjutnya menentukan destinasi wisatanya yaa walaupun kebanyakan kita ambil di daerah Baturraden aja wkwk.

Sepanjang perjalanan mata betul-betul di dimanjakan oleh pemandangan yang aduhaiii cantiknyooo <3. Apalagi waktu kita sampai di stasiun Sidareja yang mana itu adalah waktu senja tiba. dalam hati nikmat mana lagi yang kau dustakaaaannnn hahahah


 
Kita tiba di Purwokerti sekitar jam 21.00 WIB, membawa semua barang bawaan keluar dari stasiun. Disclaimer depan stasiun Purwokerto itu zona merah bagi para ojol, jadi kawasan tersebut adalah daerah kekuasaan para opang (Ojek Pangkalan) kita ga berani naik ojek pangkalan di sana karna takut diketokk harga. Akhirnya kita jalan sekitar 500 meter dari stasiun yang sekiranya jarak aman untuk pesan taksi online. Sembari jalan, kita lihat sekitar udah sepi, padahal masih jam 9 malam yang mana kalo di Jakarta itu masih rame puoll. Ga jauh kita lihat ada abang jual nasi goreng yang bisa dibilang ramai pembelinya, akhirnya kita memutuskan kesana untuk beli 3 bungkus nasi gorang di bungkus untuk dimakan saat sampai penginapan nanti. Saat nasi goreng selesai, kita pesan taksi online karna jarak yang ga begitu jauh tarif taksi online nya murah, yaitu Rp. 15.000,-


Sampai di penginapan, karna ketidaktelitian kita tenyata kita pesan kamar yang kamar mandinya di luar. Merasa worry kalo harus mandi di kamar mandi yang letaknya terpisah dengan kamar akhirnya kita upsize kamar ke kamar yang ada kamar mandi dalamnya dengan tambahan Rp. 50.000,- per malam karna 3 makan total tambah jadi Rp. 150.000,- tapi kita tawar dengan ekstra bed. Tanpa berpikir lama, bapak penunggu penginapan mengiyakan. Langsunglah kita diantar ke kamar. Saat masuk kamar temanku Rheini dan Azizah merasa ruangannya agak pengap dan kasurnya dirasa besar, jadi kita minta ganti ekstra bed dengan kipas angin, padahal di dalaamnya sudah ada AC (ini karna kita skeptis karna itu AC jadul), langsung si bapak bawakan kipas angin ke kamar dan memasangkannya. Tapi ternyata eh ternyata malam hari di sana itu dingiiiiinnnn bangeeettttt hahaha.. kita jadi mikir (si bapak kayanya mikir kita kulit kebo kali ya, udah dingin malah minta ekstra kipas angin haha) yang sebagai pelajaran malam pertama dingin, di malam kemudian kita tidur dengan baju ekstra rapet-pet-pett dari atas saampe bawah haha.

Awal rencana kita berangkat jam 06.00 pagi ke tempat rental motor untuk ambil motor sewaan tentunya, kita kesana jalan kaki dan ternyata jauh yaa haha. Tapi ternyata kita baru keluar penginapan sekitar jam 8 pagi. Perjalanan dari penginapan ke tempat sewa motor kita melewati kampus UNSOED yang ternyata luas juga yaa. Di sekitar kawasan unsoed kita tadinya udah mau nyerah minta motor dianter aja hehe, tapi gajadi, KITA HARUS TETAP SEMANGAT SELAMA LIBURAN AYEE..!!


Sesampainya di tempat sewa motor, kita di data dan sistem penahanan kartu identitas seperti KTP dan NPWP sebagai jaminan, selepas itu kita di serahkan dua unit motor seperti yang udah kita pesan tentunya, dilengkapi dengan dua jas hujan di masing-masing motornya serta tiga buah helm untuk kita bertiga. Tanpa tunggu lama-lama kita langsung gas ke Hutan Pinus Limpakuwus yang ada di daerah Baturraden dan ternyata jaraknya ga begitu jauh, cuma sekitar 15 menitan dari tempat sewa motor. Sebelum sampai di Hutan Pinusnya, kita mampir untuk sarapan bubur ayam yang ada di dekat pintu mausk Baturraden dengan harga bubur ayam seporsi Rp. 10.000,- dan sate telur puyuh Rp. 2.500,-/tusuk.


Untuk menuju kesana kita harus menempun jalan berkelok, naik dan juga turun tapi yang harus disyukuri adalah kontur jalan disana sudah rapih dan sebagian besar sudah di aspal apalagi ditambah dengan view yang ciamik sepanjang perjalanan. Harga tiket masuknya sebesar Rp. 25.000,- per orang. Tapi kayanya harga berubah-ubah sesuai dengan momen deh. Di sana ada beberapa wahana yang bisa di coba walau ga terlalu banyak, tapi untuk mencobanya akan dikenakan biaya di luar biaya tiket masuk. Kita bertiga ga coba wahananya, kita cuma nikmatin suasananya yang belum tentu setahun sekali bisa balik ke sana sambil berfoto-foto.


Cukup lama kita di Hutan Pinus Limpakuwus ini karna sempat meneduh di salah saung disana karena tiba-tiba hujan yang mana hujan ini membuat suasananya semakin syahdu melengkapi rerimbunan pohon pinus dengan kabut-kabut yang berjalan menyelinap. Hujan reda kita memutuskan untuk keluar kawasan. Ohiya, disana juga tersedia mushola loh di depan pintu masuk dan beberapa titik toilet di area dalam hutan pinusnya. Minusnya disana seperti biasa, resiko kalo liburan ke alam adalah ga ada sinyal wkwk (ga usah heran lah yaa). Waktu kita keluar dari kawasan hutan pinus itu sekitar jam tiga sore. Karna perut udah mulai keroncongan akhirnya kita turun dan menuju tempat makan rekomendasi dari Mas Dolan yaitu Gubuk Sabin.


SANGAT RECOMENDED INI SIIHH..!!
Pelayannan super duper ramah, suasana yang asri mentok sawah, makanan enak, murah pula. Lengkapp deehhh. Cuma yaaa harus masuk ke dalem perkampungan aja dikit baru bisa ketemu sama Gubuk Sabin. Konsepnya dia punya meja makan yang dibuat gubuk kayu gitu, nyamannya serasa di rumah nenek wkwk. Rheni pesan nasi grombyang yang setelah tanya Mbah Google ternyata ini makanan khas dari Pemalang isinya nasi campur dengan irisan daging dan kuan yang disajikan dalam mangkuk kecil. Aku dan Azizah pesen menu yang sama yaitu nasi ayam geprek (mainstream banget ya haha), rasa dari ayam gepreknya itu garing, berbumbu dan sambelnya itu enak sih ga terlalu pedes tapi pedes juga haha gimana tuh? pokoknya pas laahh. Azizah pesen minum es teh, Aku dan Rheini pesen secangkir tek bunga telang, awalnya kami pesen satu-satu tapi ternyata kita dikasih tau kalo teh bunga telang ini bisa sharing. Di dalam teh bunga telang itu ada geprekan jahe, reseh, kayu manis dan bunga telang pastinya. Pada dasarnya ini disajikan panas, tapi kami mintta ekstra es batu biar seger. Masing-masing dari kami ga sampe 25ribu loh makan disini. Selepas makan kita duduk santai sebentar, pas kita mau pulang dan bayar kita kaget karna mba kasirnya ga ada dan cuma ditinggalin bon sama QR buat bayar. dalem hati mah kaya "Sepercaya itukah sama pelanggan baru?". Ohiya, Gubuk Sabin juga punya lahan parkir yang luas loh, jadi aman kalo misal kesana naik mobil tapi akses ke dalam nya aja yg kayanya jalanannya agak kecil gitu. Pokoknya kalo lagi di Purwokerto wajib mampir ke Gubuk Sabin.

Selesai makan kita ballik kanan ke penginapan buat bersih-bersih dan istirahat sebentar. Abis Isya, kita keluar penginapan dan pergi ke Menara Teratai. Awalnya kirain itu Menara Teratai satu lokasi sama Alun-alun Purwokerto, ternyata ngga wkwk (sok tau emang anak ini). Ternyata letak Menara Teratai dan Alun-alun itu ga begitu jauh dari penginapan kita, mungkin sekitar 7 menit.


Waktu kita ke Menara Teratai itu disana ada pasar malem lengkap dengan wahana-wahana identik pasar malem. Banyak juga penjual-penjual makanan, kita beli es teller kuah creamy, dimsum mentai, dan aktivitas lainnya seperti halnya aktivitas melukis ini (jangan liat hasilnya pliss! emang ga bakat ini) kalo ga salah seorang atau sepaket lukis itu dikenakan biaya Rp. 15.000. Tapi yang paling gong di menara teratai ini tuh tempe mendoan-nya sih gong parah! dan ternyata mendoan itu emang khas nya purwokerto yaa? Waktu beli mendian itu si mendoannya digoreng mendadak sama si bapak penjualnya, jadi pas kita makan masih hangat, bukan hangat lagi malah bisa dibilang panas wkwk. selepas makan mendoan kita pulang ke penginapan karna gerimis yang semula kecil lama-kelamaan dia makin deras.

Keesokan harinya kita seperti biasa rencana keluar penginapan itu pagi, tapi ya tetap saja keenakan tidur jadi jam delapan pagi baru keluar wkwk. Destinasi pertama udah pasti ngiri perut dulu yaa, alias sarapan. Kita cari rekomendasi gmaps dab ratting tertinggi sekitar sana itu jatuh pada Rumah Makan Lodeh Iwak Kali.


Makan disini tergolong murah dan enak pastinya, gimana ga murah aku pesen ikan gurame, nasi merah, tumis labuh dan sayur krecek sama minum teh anget cuma abis tiga puluh ribu. Sistem makan di sini itu prasmanan jadi awal ambil dulu terus nanti pas di ujung itu kasir nah disitu kita wajib bayar. Banyak dan berragam lauk yang disajikan mulai dari tumis, sayur, ikan, ayam sampai berragam jenis menu angkringan. Oiya, parkir disana cuma serubi masa huhu kagett soalnya di Jakarta paling murah udah dua sampai tiga ribu buat motor. Suasananya juga enak, ada yang di meja dan kursi ada juga yang lesehan yang bentuknya dikonsep di dalam saung.

Selesai makan, kita langsung ke arah Barurraden lagi tepatnya ke Telaga Sunyi. Harga tiket masuknya Rp. 15.000/orang dan harga parkir motor lima ribu per unit.


Seperti desttinasi wisata Baturraden yang lainnya, Telaga Sunyi pun rasanya masih asri hanya perubahan di bagian jalanan aja kayanya. Minus dari Telaha Sunyi ini adalah letak kamar mandi dan kamaar ganti yang bisa dibilang cukup jauh letaknya dari pusat Telaga Sunyi itu sendiri, malah jaraknya lebih dekat ke parkiran daripada ke pusat Telaganya tapi kalo dibanding sama curug di daerah Bogor ini termasuk kamar mandi yang bersih dan antrenya ga terlalu lama, di sebelah kamar mandi juga ada mushola yang bersih cuma yaa seperti halnya mushola di tempat yang dingin aada sedikit rasa lembab-lembab gimana gituuu. Rasa airnya segar dan cenderung dingin seperti curug pada umumnya tapi lebih dingin ekekekekekk, yaa kalo nyebur menggil dulu aja sih sekitar 2-3 menit. Di tengah kolam ada bagian yang dalem, kalo yang deket pancurannya lebih dalem lagi dan memang difungsikan buat yang suka menyelam, soalnya waktu kita kesana ada beberapa orang yang bawa perangkat untuk menyelam. Disana ga ada sewa pelampung ya gess, jadi keep safety buat yang ga berani berenang di tempat yang dalem kek gueee haha.

Selesai berendam dan berenang di Telaga Sunyi, perut minta diganjel. Jadi kita lanjut ke Baturraden Adventure Forest buat ngopi sambil nyantai.


Gak banyak yang kita pesan cuma kopi, cireng rujak dan singkong goreng. Makanan di Baturraden Forest Adventure ini secara keseluruhan menurut aku dan temen-temenku agak kurang, tapi itu terbayarkan dengan posisi meja buat nyantai yang viewnya lumayan manjain mata ya. Ada pancuran air kecil tepat didepan meja, konsep resto outdoor pinggir sungai yang menyajikan suasana yang asri ini sih yang bikin mahal. Lumayan lama kita disana mulai dari pesen makan, ngobrol sambil ngemil sampe foto-foto pastinya walau ga banyak foto yang diambil disini, intinya disini menikmati suasana yang ga bisa didapetin kalo lagi di Jakarta. Selesai foto-foto kita balik ke penginapan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan eksplore karna hujan deras dari kita turun sampe malem. Bahkan malam pun yang harusnya jadi malam terakhir di Purwokerto dan kita mau eksplore banyak hal terpaksa harus diurungkan. Jangankan main ke tempat lain, gara-gara hujan itu aja kita jadi mager buat nyari makan walau akhirnya kita keluar juga sih biat cari makan. Lapeeerrr...


Kita makan ke Omah resto, tempatnya ga jauh dari penginapan tepatnya di depan Arasta Coffe. Omah Coffe ini punya konsep vintage didukung dengan table dan furniture yang kuat banget rasa vintage-nya. Makanan disini, enak ya sesuai dengan harga lah kisaran Rp. 45.000 - 60.000 per orang makan+minum. Ga lama selesai makan kita balik ke penginapan terus tidur.

Hari berikutnya adalah waktu kita buat pulang pas sorenya, nah paginya kita sempatkan buat beli oleh-oleh. dan nyobain kuliner khas Purwokerto rekomendasi dari salah satu rekan guru yang asli Cilacap beliau bilang "Jangan lupa coba soto sukoraja". Oke akhirnya kami cari. Tapi sebelum itu, kita ke Pasar Wage dulu. 




Di Pasar Wage kita cari titipan orang rumah, berbeda dengan titipan orang rumah yang lain si mama malah titip centong sama pisau dari Purwokerto -_-"  (takut gasi kalo masuk stasiun nanti distop gegara bawa piso di dalem tas? wkwk) akhirnya centong aja yang dibeli, terlepas dari centong kita juga beli jajanan pasar disana seperti peyek jawa, teng teng, lanting sampai jenang. (btw, jenangnya enak). Blusukan di pasar adalah agenda wajib kalo lagi main di kampung orang. Wah seneng puoll karna dapet darga murah. 

Setelah puas belanja di pasar, kita cari makan ke Soto sukoraja. Rekomendasi dari gmaps adalah Soto Jalan Bank H. Loso.


SOTONYA ENAAAKKK..!!!
Bikin pengen balik lagi buat makan soto ini huhu. Ohiya, aslinya sebutannya itu katanya bukan soto melainkan sroto. ada varian daging ada juga yang ayam, kebetulan kita mampir yang di soto ayamnya, ayam yang digunakan adalah daging ayam kampung, didalamnya ada kecambah, irisan daun bawang, kerupuk, lontong, diguyur dengan kuah yang ngaldu di lengkapi dengan sambal kacang yang bikin soto ini beda dari jenis soto lainnya. Penyajian mangkoknya sebenernya ga terlalu besar, cuma pas dimakan bikin kenyang wkwk. Setelah dari sini, kita lanjut beli oleh-oleh lagi kali ini perbatikan di toko Benang Raja (lupa ambil fotonya) bisa dibilang tempat ini sejenis butik ya tapi menyajikan harga yang affordable. Sejujurnya disana tertarik banget sama kain batiknya huhu, cuma mikir lagi mo dibikin ape itu kain kalo di beli wkwk. Selesai belanja, kita balik ke penginapan buat packing semua barang bawaan dan oleh-oleh supaya nanti pas pulang tinggal bawa. Abis itu, kita santai-santai dulu ngopi cantik di Arasta Coffe.



Konsep coffe shop yang modern lengkap dengan mas-mas dan mbak-mbak barista yang good looking. Tempatnya adem tapi ruamee puoll, mungkin karna ini coffe shop baru di sekitar situ yang mengangkat tema modern dan banyak mahasiswa sana yang ngopi sambil bikin tugas juga. Waktu itu juga lagi ada promo, beli satu cup kopi gratis satu cup lagi lumayan kan buat bawa pulang nanti di kereta. untuk harga standar harga jakarta lah sekitar Rp. 35.000 - 45.000 per cup nya. Kita disana sampai jam 15.10 dan lanjut balik ke penginapan buat ambil barang-barang (padahal kereta kita 16.45). Alhasil pas sampe di stasiun kita bertiga lari-larian buat ngejar kereta, karna lima menit lagi keretanya jalan hahaa.

Berikut susunan rencana awal perjalanan ke Purwokerto yang udah dibuat walaupun banyak yang meleset. Kita harus terima bahwa manusia bisa berencana tapi hanya Allah SWT yang berhak mengatur.



Dan ini budget keseluruhan bersih yang kita keluarkan, Tentatif di oleh-oleh dan jajan ya guys!
Dengan total bersih Rp. 1.315.500,- gimana? murah atau mahal niihhh??\



See you on the next trip guys...!!!
Next, kemana lagi yaa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANDUNG

Gunung Prau via Wates