Gunung Prau via Wates


Mungkin bisa dibilang naik gunung ini merupakan hal baru yang fira coba, dan membawa fira pada rasa candu yang entah kenapa setiap turun gunung selalu berandai-andai "Kapan ya naik gunung lagi?". Gunung Prau bukanlah gunung petama buat fira, melainkan gunung ketiga yang pernah fira datengin. Sebenernya, Gunung Prau sendiri ini adalah salah satu wishlist fira sebagai gunung awal yang mau fira sambangi, tapi apa daya ia harus di selak oleh Merbabu dan Gede terlebih dahulu.

Pendaakian Gunung Prau ini fira menggunakan jasa Open Trip dari Falisha dengan biaya Rp. 645.000,- per orang. Dengan titik penjemputan di RS Cawang UKI. Pendakian ini tak sama seperti pendakian sebelumnya yang ditemani oleh abang-abang tamvan wkwk. Sohib kali ini ada Cenul (si sobat dari awal mendaki barengan teroooss) dan newbie yang warbiasah hebatnya Rojwa. 


Mari kita mulai ceritanya!
Cenul adalah pelopor jadinya pendakian kali ini, sedari jalan-jalan ke Pulau Merak Cenul udah ngajakin ke Gunung Prau. Tapi karna banyaknya acaranya Fira (Berasa orang sibuk banget nih gue?!) di sekolah, jadi pendakian Gunung Prau ini baru bisa di tgl 7-9 Juni 2024.

7 Juni 2024
Kita janjian ketemu di halte Transjakarta Puribeta 2 ba'da maghrib untuk jalan bareng-bareng ke titik kumpul Falisha di RS Cawang UKI jadi kita bertiga sholat maghrib di rumah masing-masing, lepas itu baru berangkat ke halte Puribeta 2. Kenapa pilih halte transjakarta Puribeta 2 sebagai titik kumpul kita bertiga? tentu karna jarak rumah wkwk. Rojwa yang dari Bintaro, Cenul yang dari Pondok Serut Tangsel dan Fira yang dari Meruya, jadilah titik tengah kita di halte transjakarta Puribeta 2.

Dari halte Puribeta 2, kita naik bus nomor 13B sampai halte Pancoran, lalu transit ke bus nomor 9 yang ke arah Pinang Ranti dan turun di halte Cawang dan sampai di titik kumpul Falisha.
FYI, setiap malam sabtu di depan RS Cawang Uki itu udah kaya pasar ramenya dipenuhi oleh orang-orang dengan tas besar yang mau mendaki gunung.

Waktu kita sampai di depan RS Uki pukul 20.30 WIB ternyata trip Falisha nya belum sampai di titik kumpul. Akhirnya kita memutuskan untuk sholat Isya' terlebih dahulu di mushola yang ada di tengah pemukiman warga yang letaknya ga terlalu jauh dari titik kumpul. Selepas sholat isya kita kembali ke tempat kumpulnya dan membeli es karna haus.

Ga lama kemudian, bus travel nya sampai dan kita melanjutkan perjalanan menuju basecamp. Ohiya, di travel ini ada teman sependakian kita yang mau naik via Patak Banteng. Jadi kita ke arah Patak Banteng terlebih dahulu, baru ke Basecamp Wates.

8 Juni 2024
Kita sampai di basecamp wates sekitar pukul 10.00 pagi. Kita prepare, packing ulang tas, mandi dan sarapan sebelum akhirnya mulai naik ke track. Jujurrrr, tempe tepungnya enak puoll :D

Seperti biasa, bukan fira namanya kalo pas di basecamp ga ketakutan. Sudah pasti ada perasaan takut ga kuat nanjak, habis nafas atau cedera. huhu takuutt :(

Sekitar jam 12.00 siang kita start pendakian. Dari basecamp ke pos 1 kita naik ojek untuk mempersingkat waktu wkwk (termasuk pendaki fomo gasiii?? wkwk, tapi gapapa lah ya niatin buat bantu perekonomian warga sana) biaya ojek ini Rp. 25.000,- sekali jalan dan menurutku itu worth it sii, liat jalur nya yang menanjak dan curam. tenang ya ges, bapak ojeknya berpengalaman ko, asik juga ngobrolnya haha..


Ga afdhol kalo ga foto di gerbang rimba pendakiannya haha.
Setelah foto-foto baik ondividu atau kelompok, kita breefing dan berdoa supaya diberi keselamatan sampai nanti pulang ke rumah masing-masing.

Pendakian kita istirahat agak lama di pos 3, sembari sholat zuhur dan ashar kita juga menyantap makan siang yang sudah di bawa dari basecamp.



Setelah makan dan cukup istirahat, tanpa menunggu lama kita langsung melanjutkan penadian menuju sunrise camp. Lama waktu pendakian kita kurang lebih 4 jam karna kita teramat sangat santai jalannya hehe. Alasan kita lama jalannya bukan hanya karna mengatur nafas, tapi karna view sepanjang jalan yang ciamikkk. Bagus bangeetttt! yaa walaupun sempet tertutup tembok putih kek di studio alias kabur, tapi lambat laun kabutnya hilang dan pemandangan indah terlihat. yaa itulah pemandangan yang ga bisa kita liat kalo cuma dari bawah kaki gunung.


Pas ketemu sunrise camp pertama, kita istirahat dulu. ga tanggung-tanggung dan ga cuma sekedar duduk atau lurusun pinggang dengan tas, tapi sampe tiduran di track hehe, nyaman bangeett <3
Sebenrnya itu kita langsung tiduran gitu kirain udah sampe camp nya, eh ternyata beloommm wkwk masih harus jalan sekitar 10 menit lagi untuk sampai camp.


Baru di Prau ini, dapet sunset yang cantik bangett, dengan pemandangan awan keemasan yang dilengkapi dengan gunung sindoro, sumbing, bismo dan kembang layaknya logo di botol air mineral yang terkenal itu. MasyaAllah Tabarakallah!



CANTIK BANGET KAAANNN!!
Jadi pas sampe di camp, kita langsung ganti baju karna jujur di sana lagi dingin banget jadi baju yg basah karna keringet itu berasa banget dinginnya wkwk. Nah, abis ganti baju baru deh kita foto-foto karna lagi bagus-bagusnya huhu.

Sekitar jam 18.00 kita balik ke camp karna mataharinya udah terbenam dan udaranya seamin dingin sampe bikin menggigil haha terus kita prepare juga buat sholat maghrib.

sekitar jam setengah delapan, kita dianterin makan malam (Soto ayam, telur rebus, nasi, teh hangat). Itulah enaknya kalo ikut open trip, pas dateng tenda udah siap huni, makan ga perlu masak lagi, udah langsung dianter ke tenda bahkan wkwk.

Selesai makan, kita nikmatin langit malamnya yang ga kalah indah, milky way nya menakjubkan! hamparan bintang udah kaya ketombe yang tumpah di baju hitam.


Berhubung makin malem makin dingin, jadi kita memutuskan tutup tenda dan tidur. ya walaupun tidur pun ga nyenyak karna saking dinginnya.
maklum ya bunda, biasa di jakarta panas eh ke prau lagi pas dingin-dinginnya haha.

9 Juni 2024
Kita bangun jam 05.00 untuk sholat subuh dan ga ketinggalan juga buat sunrise nya laahh hahah. Kali ini, pemandangan gunungnya dilengkapi dengan clear sky tanpa ada awan dan gunung-gunung itu terlihat jelas dengan gagahnya. MasyaAllah, SUngguh besar kuasaNya.




Kita lanjut foto-foto dan bikin video ala-ala. Abis itu kita balik ke tenda buat sarapan yang sudah pasti masakannya hangat karna baru mateng. Lepas makan, packing dan perjalanan turun ke basecamp. Ohiya, jangan lupa sama bunga daisy yang jadi salah satu ikun gunung prau.


Perjalan pulang ga selama seperti saat nanjak, waktu tempuh kita hanyak 1 jam 30 menit. jarang istirahat karna ga begitu cape. Cuma yang buat fira ga suka turun itu masalah di kaki, kaki fira gemetar dooongg hahah untungnya masih bisa turun, yaa ini termasuk paling oke lah kaki fira dibanding waktu gunung-gunung sebelumnya.

Our Gallery


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purwokerto Kota Ke(te)nangan

BANDUNG